Pernah ga kalian bertanya2 kenapa seeh sering bangets dipertemukan ma orang2 yang setipe?

Yaa, kalo mereka menyenangkan seeh jelas NO TIME to sit down and reflect serta mempertanyakan the-why-oh-why questions, ya khan?

Lhaa, ini pada menyebalkan githu. Sering bangets bikin jengkel and esmosi cepat kepancing kalo berhadapan ma orang2 tipe gini.

Biasanya gua selalu ‘lari’ dan menghindar tiap kali tipe orang yang gua sebel ini mendekat.

Tapi lama2 cape juga ‘lari’ mulu, terlebih karena sepanjang pelarian gua itu, gua kembali dipertemukan ma tipe orang yang gua sebel itu.

Kemasan luar boleh beda tapi oh man, ternyata dalamnya sama juga.

Selama ini, gua selalu mikir untuk menjauhi mereka, lari sejauh mungkin dari pandangan mata mereka supaya mereka ga bisa ngeliat gua.

Baru ketika gua sedang terengah2 dalam pelarian gua, ketika sedang berhenti sejenak untuk mengatur napas, sebuah pikiran pun melintas..

Heyý, Indah, maybe they are here in your life not for you to avoid them but for you to face them and deal with your own emotions related to their behaviours!

Hmm.. Menarik..

Mungkin this ‘voices’ udah ada dalam diri gua sejak lama tapi berhubung suara yang nyuruh lari itu lebih kencang volumenya, the other voice hanya sayup2 terdengar.

And gua jadì teringat ma perkataan Eleanor Roosevelt yang bilang gini : No one can make you feel inferior without your consent.

Eehh, ga nyambung yaa? :p

Coba kita ganti ‘inferior’-nya dengan ‘sad/mad/angry’ (or pick ur own word), nah jadi nyambung khan? 😀

Dan tidakkah itu benar adanya? Ga ada orang yang bisa memaksa kita merasakan sesuatu kalo kita ga mengijinkan mereka membuat kita merasakannya.

*it takes courage to runaway but it also takes courage to stay and deal with the problem(s)*

Don’t you think?

Advertisements