Toilet -> buka/tutup -> hidup

Semalam sehabis nonton ma Sheryl, seperti biasa sebelum pulang, mampir dulu donk ke pojok renungan untuk memenuhi panggilan alam.

Sengaja milih yang di luar bioskop karena mikir yang di dalam pasti lebih rame.

Di luar sini ada sekitar 7 bilik, rata2 udah ada yang nungguin di depannya.

Gua milih ngantri di yang paling dekat pintu keluar, sementara Sheryl ntah ngapain di depan cermin washtafel.

Anywayy, satu per satu pintu mulai terbuka dan berganti pemakai sampai akhirnya semua pintu bergantian terbuka dari sejak gua pertama masuk.

Waitt, tadi gua bilang semua pintu ya? Gua belum selesaii :p

Semua pintu terbuka, semuaa.. Kecuali satu, pintu di hadapan gua!

Walah, gua perhatiin tuh yaa, bilik di sebelah gua sampai udah 3x pemakai sementara di tempat gua belum sekalipun terbuka!

Even Sheryl yang baru ngantri belakangan setelah selesai membenahi dandanan, ehh malah dia duluan yang sukses menuntaskan hasrat panggilan alam, huhuhu..

Gua pindah jalur antrian aja dhe karena ga ada tanda2 kehidupan juga and gua sempat berpindah2 antrian sebelum akhirnya gua berhasil masuk *phew*

Tapi kejadian ini bikin gua jadi mikir..

Tidakkah hidup juga demikian?

Sering khan kita menantikan ada ‘pintu’ yang terbuka bagi kita?

Pintu di sini bisa melambangkan banyak hal, semisal : pekerjaan, jodoh, pernikahan, kebahagiaan, anak, kematian, dllsb.

Dan dari setiap orang yang menantikan hal yang sama, kita mempunyai waktu tunggu yang berbeda sebelum akhirnya pintu itu terbukakan untuk kita.

Dan terkadang kita harus pindah jalur untuk mendapatkan pintu yang terbuka bagi kita.

Dan kadang bila waktunya belum tepat, seberapapun kerasnya kita menggedor, seberapapun lamanya kita menunggu, pintu itu akan tetap tertutup.

Advertisements