Hari ini tiga minggu berturut2 jalan2 ke Kelapa Gading, huehehe, bukan karena segitu cintanya ma Gading tapi karena lagi ga pengen juga ke tempat lain sementara lagi pengen bangets jalan.

Hari ini jalan2nya lumayan cuape bow! Start dari jam 9an, baru balik ke rumah jam 7an :p

Tujuan pertama ke toko roti donks, gua khan mupeng abis ma sus coklatnya yang yummy bangets *nyam nyam*

Horee, berhubung datangnya masih pagi jadi berhasil dapat sus coklatnya *yang sekarang lagi mendekam di kulkas karena dingin lebih nikmat :p*

Abis itu meluncur ke resto sushi and demen aja ngeliatin ban berjalan yang menghantarkan aneka hidangan wara wiri menerbitkan air liur :q

Eehh, berhubung maksud postingan gua ini bukan tentang catatan perjalanan gua hari ini so mari kita skip langsung ke MOI alias Mall of Indonesia, masih di kawasan Gading.

Sambil menunggu Gwen yang asyik memilih roti di Breadtalk, gua mengajak Lynn untuk melihat wahana Merry Go Round (alias komedi putar) dari dekat.

Being so close hingga merapat sampai dengan pagar pembatas, sambil melihat para kuda yang mulai bergerak berputar dalam suatu gerak naik turun berirama yang könstan, perhatian gua pun sesekali beralih kepada wajah anak2 yang duduk di atas kuda aneka warna tersebut.

Lalu gua mencoba memanggil kembali kenangan masa lalu di mana gua baru pertama kali melihat wahana íni, apa ya yang gua rasakan? Tapi gua ga berhasil mengingatnya.

Jadi gua kembali memperhatikan anak2 itu dan coba membayangkan perasaan anak2 itu ketika mereka pertama melihat dan memasuki wahana komedi putar.

From adults’ point of view, Merry Go Round mungkin hanyalah sebuah permainan membosankan yang kurang memacu adrenalin karena hanya berputar2 dalam lingkaran, what’s the fun?

But from the eyes of the children, they might see things differently.

Mungkin bagi mereka, ketika melihat komedi putar, ibarat memasuki dunia khayal yang gemerlap penuh warna dan menyilaukan namun menimbulkan hasrat untuk melangkah maju dan menjadi bagian dari dunia penuh siraman cahaya itu.

Advertisements