Jaman gua SMA dulu, lagi populer bangets buku berjudul ‘Personality Plus’ karangan Florence, hmm, gua lupa nama belakangnya, he3 :p

Anyway, basically ada 4 tipe kepribadian, yaitu : sanguinis, melankolis, plegmatis dan koleris.

Setiap dari kita pasti punya keempat tipe kepribadian tersebut di atas, hanya saja ada salah satu yang lebih dominan dibanding lainnya.

Gua belum pernah baca bukunya but somehow these images yang melekat di otak gua kalo disinggung soal 4 kepribadian tersebut.

Sanguinis, si happy-go-lucky yang selalu ceria dan di matanya dunia ini penuh dengan pendar2 kebahagiaan.

Melankolis, si mellow ngga jelas yang sentimentil.

Plegmatis, si pencinta damai yang ga suka konflik dan selalu berusaha menengahi pihak2 yang sedang berselisih.

Koleris, si pemaksa berkemauan kuat dan berjiwa pemimpin.

Huehehe, definisi di atas itu versi gua yang mungkin aja ngaco, kalo mau versi yang lebih komplit silahkan baca bukunya.

Anyway, menurut kalian, diri kalian itu lebih dominan yang mana?

Gua pernah denger kalo koleris vs plegmatis, melankolis vs sanguinis, dalam artian kombinasi kepribribadian dominan ya ngga mempertemukan yang saling bertentangan.

Konon kabarnya, kaum melankolis ini paling banyak jumlahnya ‘bo! Jadi jangan heran kalo di sekitar kalian banyak yang tiba2 suka mellow, hi3 :p

Menurut gua sih yaa, gua itu termasuk melankolis donks, mengingat betapa moody-nya gua plus kadang suka dilanda perasaan ga jelas yang sebelum sempat ditelaah lebih lanjut udah menghilang secepat datangnya :p

Makanya gua bete bangets pas iseng2 ngikut (sekitar) 5 tes kepribadian di facebook, masa 4 out of 5, hasilnya plegmatis!

Kenapa gua segitu ga terimanya mendapatkan hasil plegmatis? Karena oohh karenaa..

Menurut gua, si plegmatis ini tipe yang paling ‘menderita’ dan ‘tertindas’ dibanding tipe lainnya.

Di saat tipe2 lain asyik dan larut dalam diri mereka sendiri, si plegmatis sibuk pontang panting memadamkan percikan bara yang berhamburan keluar dalam situasi pertengkaran yang memanas. Di saat yang bersamaan, mungkin aja dia juga harus menyiramkan air dingin ke kobaran api yang menyala2 dalam hati dan kepalanya demi ngga bikin suasana makin runyam.

Naahh, dengan interpretasi gua seperti itu ditambah sifat gua yang suka nyolot and ngeyel (kombinasi yang bikin makan ati kalo berpasangan dengan plegmatis), so wajar donks kalo gua ‘menolak’ dibilang plegmatis :p

Sampai gua ngebaca penjelasan dari hasil tes plegmatis terakhir gua and suddenly semuanya masuk akal buat gua.

I could easily picture myself just like what the descriptions said. And hubungan antara si plegmatis dengan tipe2 lainnya juga pas ma gua.

And gua jadi teringat akan kesadaran yang selalu timbul tenggelam dalam diri gua, yaitu bahwa :

when we get irritated (or any other negative emotions) over something (or someone or anything), usually there’s a hidden truth in the given situation that we try to fight or deny

-to be continued-

Advertisements