Dari kemaren ini di FB ramai memasang status menyoal meninggalnya Michael Jackson.

Dan ketika gua blogwalking, beberapa blogger juga banyak yang membuat postingan tentang hal ini.

Ada satu, gua lupa ntah status atau komen, yang bilang bahwa Michael stress dan kesepian sebelum meninggal.

Hal itu bikin gua tercenung..

Kesepian atau yang juga dikenal dengan istilah loneliness.

‘Penyakit’ kronis yang satu ini bisa menyerang siapa saja, kapan pun dan di mana pun.

Dan rasanya ngga ada yang kebal akan penyakit yang satu ini karena once in a while setiap orang mungkin akan disinggahi rasa kesepian.

Kesepian ngga ada hubungannya dengan kesendirian.

Kesendirian lebih menyangkut ada tidaknya orang lain di samping kita.

Sementara kesepian lebih ke masalah hati.

You can feel lonely in the crowd.

Kenapa ya orang bisa ngerasa kesepian?

Ketika kita ingin berbagi rasa dengan seseorang namun ngga ada orang yang bisa mengerti apa yang kita rasakan, kita bisa menjadi kesepian.

Ketika kita merasa ngga ada yang mo mendengarkan, kita bisa kesepian.

Dan gua jadi teringat akan salah satu hal tentang Marilyn Monroe yang mana dia bilang “lonely at top”.

Jadi seleb seperti mereka itu tantangannya pasti lebih berat karena sometimes you can never tell, siapa yang peduli ama elo karena diri elo, siapa yang hanya pengen numpang beken karena kebesaran nama elo aja.

Orang biasa aja (maksudnya non seleb yang ngga live under the spotlight, githuu :p) susaaaahh nyari yang namanya seorang sahabat “sejati”, orang yang mana dengannya kita bisa berbagi berbagai macam hal, yang kita tahu dia akan (berusaha untuk) selalu ada kapanpun kita membutuhkannya, orang yang mau mengerti diri kita walau mungkin dia ngga setuju akan pendapat kita. Seseorang yang mana kita tahu mereka ngga akan memanfaatkan situasi yang sedang kita hadapi.

Buat yang mo jadi seleb, pastikan dhee.. kalian udah punya a solid ground of true friends yang bisa membuat kalian tetap memijak di tanah ketika all the fame akan melambungkan kalian ke awang2.

Bukannya gua mo bilang that you cannot find true friendship with your newly friends, tapii.. it takes time to get to know someone and when you’re in the middle of fast tracks and lots of changing situations, kadang kita suka miss reading the signs and lebih gampang terlarut dalam situasi sesaat.

Apa ya obat untuk kesepian ini?

As for me.. di saat2 ngerasa lonely, gua ngga mau sendirian, ahahaha, karena kalo sendirian suka timbul pikiran macam2, hihi, jadii mending surround myself with others dhe, biar kata mereka don’t understand what’s playing in my mind, at least when I do something stupid, ada orang yang akan mencegahnya :p

And somehow mungkin kesepian ini bisa juga timbul karena we haven’t make peace with ourselves juga kali ya? Eehh.. ngga hanya dengan diri sendiri dinks, tapi juga dengan orang lain, hehe 🙂

And ada satu lagi..

Try to help yourself cause you cannot always depend on others!

Beneraaann..

Kadang ada saat elo ingin berteriak minta tolong tapii kata2 itu hanya mampu tercekat di tenggorokan tanpa elo mampu mengeluarkan sepatah katapun and instead of show your weakness, elo malah mengukir sebuah senyuman di wajah untuk menunjukkan pada dunia bahwa elo baik2 aja.

But inside.. you’re not.

Ngga semua orang bisa mendengar your cry for help, ketika elo menjeritkannya sekalipun, sometimes they just miss it, apalagi kalo elo ngga menunjukkannya?!

Beberapa waktu lalu gua nonton DVD Oprah and ada salah satu narasumber yang almost her life dia itu struggling with anorexia, namanya Rudine kalo ngga salah inget.

Tubuhnya hanya tinggal tulang dan kulit aja tapi ketika menatap ke cermin, dia melihat bahwa dirinya itu gemuk makanya dia menolak untuk makan.

Sempat dia berhasil menaikkan berat badannya, yang walau belon mencapai ukuran tubuh ideal tapi udah jauuuhh lebih berisi dibanding sebelumnya, sebelum akhirnya dia kembali ke kebiasaannya ngga mau makan, dan akhirnya meninggal.

Ada satu episode yang menayangkan si Rudine dipertemukan dengan Tracy, hmm.. gua lupa nama lengkapnya, tapi dia yang main di “Growing Pains” itu lho.

Tracy juga sempat mengalami anorexia sebelum akhirnya sembuh. Dan dengan semangat Tracy bercerita panjang lebar pada Rudine bahwa ia harus berpikiran positif bla bla bla.. dan Rudine hanya menatap Tracy dengan pandangan kosong sambil berkata, “But how?”, and Tracy missed it.

Instead of capturing her silent cry for help, Tracy terus melanjutkan kata2nya dengan berapi2.

Well.. can’t blame Tracy juga seehh.. even psikolog yang mustinya lebih bisa mendengar aja suka miss, apalagi kita yaa.

Tapi yaa..

Kadang githu dhee..

Kita juga musti belajar untuk mengucapkan kata “tolong” kali ya karena kita toh not a mind-and-heart-reader, mana kita tau apa yang ada dalam hati dan pikiran orang lain.

Mana kita tau bahwa di balik senyuman mereka, ternyata sedang berkecamuk sebuah badai dahsyat dalam hatinya yang siap menyapu bersih seluruh kehidupan dia.

Udah nonton “The Revolutionary Road” khan?

Same case.

Dan jangan lupa, build personal relationship with God.. Gua bukan orang yang terlalu religius, huehehe.. but in times when I’m feeling so down, penghiburan itu datang dan menguatkan gua.

Ituu.. gua juga berasa belon punya hubungan personal yang terlalu dekat ma Tuhan, hehe.. gimana kalo udah dekat bangets, coba?

Dia pasti akan selalu mengulurkan tanganNya untuk menolong kita, hanya saja seringkali kita tuh memandang ke arah lain jadi ngga melihat tanganNya yang terulur untuk merangkul kita.

Seperti pelangi aja dhe.

I always believe that there’s always rainbow after the rain, cuman kadang ya itu, ntah karena kita mandang ke arah lain atau ketutupan gedung atau ada awan mendung yang masih menggelayut di langit makanya kita ngga bisa melihat tuh pelangi, atau ngga kalo ujannya udah malam khan susah tuh keliatan, haha, kalah saing ama gelapnya langit malam :p

Seperti biasaa.. awalnya ngomongin apaan, nih topik kok jadi melebar ke mana2 yaa, ahahahaa :p

-copas dari : http://indah79ers.wordpress.com

Advertisements