Gua ngga ngerti, bener2 ga ngerti, kenapa orangtua yang seharusnya menjadi tempat di mana anak mereka dapat berlindung untuk mendapatkan kehangatan, keamanan, kenyamanan, dan cinta justru menjadi sumber penderitaan sang anak!

Gua mungkin masih bisa ngerti (walau tetap ga ngerti) andai mereka itu ortu tiri atau ortu angkat.

Gua lebih ga ngerti lagi kalo sang pelaku kekerasan adalah sang ibu!

Ke mana ikatan emosional selama 9 bulan mengandung sang anak?!

Gua juga ngga ngerti ama para ibu yang membiarkan sang ayah menyiksa anaknya di depan matanya.

Maybee.. si ibu takut ama sang ayah.

Tapii, pernahkah dia sejenak memikirkan kalo dirinya yang udah sebesar itu aja ketakutan akan peringai kekasaran sang suami, bagaimana rasa ketakutan yang mencengkram sang anak yang masih kecil itu?!

Gua rasa anak yang bermasalah umumnya berasal dari keluarga yang juga bermasalah. Di mana lagi anak itu belajar tentang masalah kalo bukan dari keluarga, dalam hal ini orangtua.

But, please, don’t abuse your child!

Jangan gunakan tangan untuk memukul, menampar, menempeleng, meninju, menyabet anak kalian!

Gunakanlah tangan kalian untuk menyentuh, membelai, mengusap dan memeluk anak kalian.

Banyak orang bilang luka fisik akan hilang seiring waktu tapi luka emotional lebih lama sembuhnya.

But when it’s the parents who repeatedly did the abuse, lukanya dobel dan butuh waktu lebih lama untuk sembuh.

Karena mau ngga mau, sang anak akan mempertanyakan apa salah dirinya sehingga sang ortu seperti membencinya!

Ketika ada orang asing yang memukul elo, mungkin elo akan lebih merasakan sakit pada fisik elo and walau elo mungkin juga akan bertanya2 emangnya elo salah apaan seeh ampe tuh orang mukul, in time elo mungkin udah lupa juga.

*kecuali buat si tipe pendendam yang mungkin akan menghabiskan sisa hidupnya mencari that stranger :p*

Tapii.. ketika either your mother or father yang melayangkan tangan mereka ke bagian tubuh elo, rasa sakit pada fisik elo akan dibarengi dengan luka emosional.

Sometimes it’s either you came to hate them or elo akan mulai mematikan perasaan elo karena rasa sakitnya terkadang ngga tertahankan.

I can’t imagìne what it feels like to be in that position.

And I don’t dare saying that I do understand what it feels like being in that position.

And walaupun gua percaya pasti ada alasan di balik sikap ortu yang abusive, karena gua belon pernah merasakan posisi sebagai orang tua, gua hanya bisa memandang dari sisi seorang anak.

Please buat para parents atau yang berencana untuk menjadi parents, selesaikan dhe segala permasalahan kalian di masa lalu yang berkaitan dengan orang tua, karena most likely kita akan mengulang siklus hasil warisan turun temurun dari jaman nenek moyang dulu.

Jangan ngerasa malu untuk mencari bantuan profesional.

Demi ketenangan jiwa kalian dan demi anak2 yang akan kalian lahirkan dan besarkan nantinya.

Buat yang pernah merasakan kekerasan yang dilakukan orangtua kalian dulu, dan kalian mengulanginya ke anak kalian.

Coba donks tolong berhenti sejenak dan pikirkan.. rasa sakit yang dulu kalian rasakan terhadap perlakuan orangtua kalian itu.

Just stop. Please stop.

Let them have a beautiful childhood 🙂

Buat kalian yang sedang merasakan hal ini..

It’s not easy, itu yang gua tau.. terkadang mungkin kalian juga akan bertanya2 masih sayangkah Tuhan sama kalian karena kalian harus mengalami semuanya ini.

I can only hope that those days will soon come, the days when you look back in time and be grateful karena semuanya itu telah menjadi masa lalu dan kalian tidak harus mengalaminya lagi.

And though it might be hard to believe, He does love you, walaupun terkadang kita ngga mengerti alasan mengapa Dia mengijinkan banyak hal buruk terjadi dalam kehidupan kita.

-Indah-

Advertisements