Beberapa waktu lalu gua menanyakan itu di status gua, “Why do we love gossiping?”

Don’t you ever wonder about that as well?

Gossip itu konotasinya negatif and emang biasanya kalo lagi ngegosip yaa yang diomongin lebih ke arah keburukan orang lain, jaraaaaaaaang bangets ngomongin kebaikan orang, kalo emang pernah :p

And do you ever wonder kenapa tayangan infotainment itu laris manis bangets di televisi sampai2 tiap stasiun tv minimal punya 3 tayangan infotainment per harinya yang menyajikan gosip2 artis, in a negative way of course.

Kenapa sih berita buruk lebih laris manis?

Kenapa good news ngga laku?

Kenapa orang lebih demen membicarakan keburukan orang lain dibandingkan kebaikannya?

Kenapa orang sampe ngerasa “perlu” untuk tahu detail kehidupan pribadi selebriti?!

It has become an obsession, I think.

What has become of our society sehingga membicarakan keburukan seorang selebriti yang bahkan kita ngga kenal secara personal, seperti sedang membicarakan menu hidangan sehari2?

Selebriti jadi sasaran empuk karena kehidupan mereka diekspos sekian banyak tabloid and infotainment, mungkin kalo ngomongin orang dalam lingkungan sekitar masih ada perasaan “sungkan” karena orangnya ada di dekat kita juga.

Whyy?

Don’t you ever wonder?

I do.

I’m not saying that I’m innocent in this karena once in a while I’m gossiping as well up to the point where I get sick of myself and the person I’m talking to karena kita selalu mengulang topik yang sama sampai mengupas dalam2 githu dhe.

Well.. sometimes it’s funny once in a while tapi kalo terus2an? Memuakkan juga kalee..

There’s a part of me who’s screaming out loud in my head, “Indaaaaahhh.. have you become a better person than the person you’re talking about?! At least that person’s not talking bad things about you!! And that person’s better in that!!

*ya iya lah tuh orang kenal ama gua juga kaga :p*

Yoii..

Are we better than the person we’re talking about?

Bukan berarti kalo diri kita emang lebih baik dari mereka maka kita bebas untuk talking bad things about them juga seeh, ahahaha..

Kasarnyaa..

Udah ngacaa belon?!

Soo.. why do people like gossiping?

Gua pikir hal ini berhubungan dengan ketidakpuasan orang akan hidup yang mereka jalani, and in a way by talking bad things about others lifes, somewhat they feel a little better about their own lifes.

Ironis tapi gua rasa ini benar adanya.

Dan tentu aja ini dasar yang rapuh.

Karenanya tiap kali “amunisi” ini mulai abis, biasanya mereka akan kembali membicarakan orang lain, and the circle continues 🙂

Apa ya penyebab ketidakbahagiaan di dunia ini?

Kesulitan keuangan?

Hmm.. kaya ngga sejalan dengan bahagia karena banyak juga orang kaya yang end up bunuh diri and menderita selama hidupnya.

Punya masalah dalam hidup?

Well.. gua pengen tau siapa seeh dalam hidup ini yang ngga punya masalah?!

Setiap orang punya masalah dalam hidup mereka, besar ataupun kecil, itu relatif, karena buat yang mengalaminya pasti akan terasa berat walau menurut orang lain mungkin masalah mereka sepele.

Ketidaksempurnaan?

Well, babee.. define your definition of “perfect” dulu dhe aww..

Kalo maksud kesempurnaan elo adalah ngga pernah melakukan kesalahan, selamaattt.. Anda memang makhluk yang ngga sempurna, sama seperti orang2 lainnya yang pernah menghirup udara di dunia ini :p

Selalu ada hal positif dan negatif in everything, good and bad sometimes itu pretty much depends on which angle you see things.

Ngga bisa memiliki apa yang mereka inginkan?

Hmm.. emang ada kepastian githu kalo once we have what we want, we can be happyy?

Belon tentu jugaa.. kadang kita terlalu mengejar pemenuhan keinginan kita tapii ketika udah berhasil mendapatkannyaa.. kita udah kehilangan minat akan hal itu and the “happiness” still so very far away!

Jadii..

Apa yaa akar utama dari ketidakbahagiaan itu sendiri?

Gua selalu mikir keluarga adalah pondasi yang paling penting sekaligus yang paling rapuh.

Paling penting karena sejak lahir yang pertama dikenal sang anak adalah orangtuanya, nilai2 yang dianut sang anak itu awalnya berasal dari transferan nilai2 yang dianggap penting oleh orangtuanya.

Tanamkan nilai2 yang benar untuk anak sejak usia dini yang bisa mereka bawa hingga dewasa, sirami mereka dengan kasih sayang yang cukup dan ngga berlebihan sehingga anak2 ngga perlu mencari “kehangatan” di luaran sana.

Paling rapuh karena.. hancurkan hubungan antar anggota keluarga, and there you goo.. umumnya produknya adalah orang2 yang bermasalah dalam hidupnya.

Hancurkan hubungan antara suami dan istri maka anak2 mereka akan kehilangan pegangan.

Hancurkan hubungan antara orangtua dan anak, maka anak2 itu akan berlari ke luar untuk mencari “kenyamanan”, salah2 malah nyasar ke tempat yang bisa memberikan pengaruh buruk buat dirinya.

Troubled people out there gua rasa kebanyakan berasal dari keluarga yang ngga harmonis, I’m not talking about divorce families lho yaa karena seperti notes gua sebelonnya, keluarga yang masih stick together itu juga ngga menjamin mereka menjalaninya dalam suasana keharmonisan.

Hancurkan hubungan antar saudara, and biarkan mereka tiap hari bertengkar bagaikan anjing dan kucing, biarkan mereka tercerai berai dan ketika menghadapi masalah mereka jadi kebingungan ke mana harus berpaling.

Menarik khan betapa keluarga sebagai unit kesatuan terkecil dalam masyarakat ternyata justru merupakan unit terpenting yang perlu dijaga kesatuannya dan keutuhannya serta keharmonisannya.

Karena apa?

Dari keluarga2 itulah akan dilahirkan barisan sakit hati atau barisan happy go lucky yang akan berkumpul dalam masyarakat bercampur dengan barisan2 lain tergantung produk yang dihasilkan tiap keluarga, ahahaha 😀

Btw, kenapa lagi ngomongin soal gosip nyambungnya ke sini yaa?

Sebenernyaa.. nyambung ngga seeh?!

Gua sih selalu mikir tiap hal pasti bisa ditarik benang merahnya, ahahahaha *defense mode* :p

See youu aahh ^o^

-Indah-

Advertisements