Musim “panas” ini, cieee.. udah kaya tinggal di mana aja, pake istilah “Summer”, ahahaha :p

Maksud guaa.. musim kemarau ini, ujannya aslii pelit bangets turun!!

And eheemm.. pelajaran Geografi gua udah ngga tersisa neeh jadi gua lupa dhe mustinya sekarang ini kita udah masuk musim penghujan apa belon sih?

Yang gua inget (kalo emang belon berubah :p), 2 musim kita itu terbagi dalam bulan April-Oktober and Oktober-April, tapii ya itu ntah mana yang musim kemarau, mana yang penghujan :p

Anywayy.. ngga penting juga dhe soalnya gua mo bahas hal yang lain, walau masih berkaitan juga seehh..

Musim “kemarau” ini ajegilee puanassnyaa, apa ada hubungan dengan global warming, ntahlah, pastinyaa.. tanah amat sangat kekurangan air bangets ‘boo (contoh kalimat ngga efektif karena “amat” ngga seharusnya barengan tampil bareng si “sangat” and si “bangets”, wakakakakak :p), efek yang langsung keliatan itu adalahh..

Coba yang masih punya sepetak tanah sisa di rumah and jarang kalian urus, perhatiin dhe, apa tanah itu masih dalam keadaan utuhkah?

Karena tanah di halaman rumah gua, hikss.. udah dalam kondisi yang memprihatinkan bangets.

Kombinasi dari panaaaaasss yang menggila ditambah dengan minimnya siraman air oleh manusia, tanahnya jadi ngebletak githu, eehh maksudnya terbelah ‘boo!!

And ngga cuman retak2 githu yang butuh perhatian extra buat menyadarinyaa.. ini udah dalam kondisi terbelah yang sekilas pandang pun udah langsung keliatan, woooww!! Magic!!

Eehh.. ngga dinks, there’s no magic in it, hehehe 😀

Dengan kondisi tanah seperti ituu, kebayang ngga gimana keadaan rumput or tanaman di atasnya?

Well.. pohon2 sih sejauh ini pada survive, kenapa? Gua juga ngga ngerti.

Tapi pastinya rumput2 gajah yang mustinya berwarna hijau itu sekarang udah pada menguning menjurus ke coklat.

Kalo padi sih itu tanda bagus khan kalo udah mulai menguning karena tandanya udah matang and siap panen khan? (eehh, bener ngga yaa, ahahaha :p)

Lha kalo rumput yang menguning itu artinyaa.. one step closer to death ‘boo, alias udah sekaraaattt!!

Ccckk cckkk..

I feel kinda guilty ‘boo!!

Karena duluu gua khan suka nyiram2 githu di pagi hari.

Belakangan maahh? Boro2!!

Wong tidur aja udah telats bener, bangun pagi susaahh, abis bangun biasanya lanjutt tidur lagee, mana sempet mikirin segala macam rumput and tanaman :p

Anywayy..

Tadi mumpung “sempet”, gua buka keran and narik selang and mulai dhe menyirami rumput dan tanaman lainnya and especially berusaha memuaskan dahaga sang tanah akan air yang selama ini dinantikannya tapi ngga kunjung tercurah dari langit.

Sambil nyiraamm..

Gua kepikiran sesuatuu..

About consistency and rada berkaitan juga ama postingan gua tentang “Setetes Hujan di Padang Gurun”.

Di sini neeh notes yang gua maksud :

http://www.facebook.com/note.php?note_id=134786507920

It’s not about how much water yang gua siramkan dalam satu kesempatan yang bakal membuat tanah itu beserta dengan segala macam tumbuhan di atasnya dapat bertahan hidup, noo..

Seberapapun banyaknya air yang gua siramkan dalam satu waktu, mereka akan tetap kehabisan cadangan air yang mereka miliki selama hujan ngga turun and gua ngga nyiram2 lagi setelah mandi “basah” yang gua siramkan ke mereka dalam satu waktu itu.

Daripada gua nyiram segala berlebihan hanya satu kali, mungkin akan lebih baik kalo gua menyiramnya lebih sedikit tapii melakukannya secara teratur tiap hari.

Pernah denger soal air yang bisa bikin bolong sebuah batu?

It’s not the amount of water yang bikin tuh batu bolong tapii kekonsistenan setetes air yang secara teratur jatuh di tempat yang sama pada batu itulah yang membuat sang batu akhirnya “menyerah” and merelakan sebuah lubang terbentuk akibat kekeraskepalaan sang air ^o^

And gua jadi mikirr..

Bukan seberapa besar “hujan” yang turun dalam suatu waktu, karena ini malah bisa mengakibatkan banjirr ‘boo!!

Tapii.. lebih berguna kalo ujan itu turun secara berkala walau sekali turunnya itu ngga gede2 amat, tapii asalkan dia tercurah dari langit secara teratur maka kehadirannya itu bisa membantu banyaaak makhluk hidup, terutama yang hidup di alam liar untuk dapat bertahan dan melanjutkan kehidupan mereka.

And membawa gua ke soal “melembutkan” hati yang “keras”.

Banyak khan yang bilang kalo you can’t fight fire with fire, karena kalo githu either itu fire akan makin membesar, atau ngga yaa elo yang akan ikut terbakar bersamanya.

And kita ngga bisa berharap kalo one single kindness that we do akan merubah dunia.

No, it won’t!

And don’t get fooled by your unrealistic dream :p

It won’t ever happen ‘boo!!

World hunger ngga akan bisa diberantas hanya dengan membawa sekian kontainer makanan untuk memberi makan mulut2 yang kelaparan, noo.. it won’t solve the “problems”.

When you try to reach out to a person who is “hard” to handle, your overly kindness hanya akan raise up the suspicions in that person!

Why? Kenapa elo tiba2 jadi baik ke dia?

What’s your intention?

And what good it will do you?

And so many other questions yang bisa buat orang itu bertanya2 akan “kebaikan” berkelimpahan yang elo lakukan dalam satu waktu.

Even though you know that you have a good and sincere intention tapi khan orang lain mana tau isi hati elo.

And you just can’t push it, man!

Masa elo mo maksa : Heyy.. gua udah berbuat baik neeh ama eloo, ayo donks elo berubah!! Awas yaa kalo elo masih “musuhan” ama gua!!

Lhaa? Itu khan namanya maksaaa!!

Kadang gua rasa secara ngga sadar kita mengharapkan sesuatu dari apa yang kita lakukan ke orang lain.

Setidaknyaa.. kita mengharapkan dia ngga berbuat jahat ke kita khan kalo kita ngga berbuat apa2 ke tuh orang!! Ahahahaa..

And kadang gua pikir ngga ada salahnya punya pengharapan ke orang karena yaa biar gimana kita khan hidup di dunia yang penuh dengan manusia dengan mana kita berinteraksi dengan mereka, kalo kita udah ngga bisa berharap ama mereka, yaa susaaaahh donksss :p

Cuman yang juga perlu disadari adalahh..

Seringkali kenyataan itu beda ama harapan, ahahaha ;p

And ngga selalu lebih buruk juga sih walau seringkali yaa bagusan harapan kita daripada kenyataan yang harus dihadapii 😀

Btw, tadi gua nyiram lagii and nemu perumpamaan lagi dhe, berkaitan ama makanan, hihihi..

Tadi khan lagi ngomongin soal makanan tuh ama kelaparan.

Sekarang gini dhe, selapar2nya elo, kalo diajak makan di tempat all you can eat juga, ada limit makanan yang bisa ditampung oleh perut, walau mulut masih pengen ngunyah and mata masih pengen melahap hidangan yang tersuguh di depan mata, tapii perut ngga bisa bohong karena kalo udah nyampe ke batas kapasitas maksimal, susaahh untuk nampung lebih banyak lagi and kalo dipaksain malah kerasa begah bangets and malah eneq ‘boo! Ngga enak bangets dhe rasanya.

And hal yang bisa menjamin elo ngga bakal kelaparan lagi, bukanlah model makan seperti di atas, puas2in di all you can eat lalu puasa 3 tahun, well.. apa kita masih bisa ketemu 3 tahun lagi kalo pola makan elo seperti itu?! Ahahaha :p

Yupp.. yang bisa menjamin elo ngga bakal kelaparan lagi adalah kalo selalu tersedia makanan yang bisa elo konsumsi tiap harinya, baru dhee elo ngga bakal kelaparan seperti orang yang udah ngga nemu makanan selama seminggu 🙂

And I really need to learn about this, about consistency karena gua amat sangat kurang di daerah ini, satu2nya saat di mana gua konsisten adalah dalam ketidakkonsistenan, wakakakakak :p

Ingat2 soal tetesan airr.. Indahh!!

Percuma doing something jor2an kalo cuman melakukannya sekali karena hanya perbuatan yang sama terus meneruslah yang eventually will get me to my so-called destination 🙂

Aahh.. rumputt.. eehh, apa seharusnya tanah yaa? :p

Yaa.. pokoknya alaaaamm (tapi bukan yang Mbah Dukun lho yaa, hihihi), sekali lagi kalian telah memberikan pembelajaran for mee!! ^o^

Gimana? Gimanaa? Udah siap2 berliburrr?!

Have a happy day everyone, rain or shine, let’s just keep on smiling, or at least try to smile anywayy, ahahaha 😀

Ciaaoo cito, babee..

Amore,

Indah

Advertisements