Have you ever wondered what’s behind people’s smiles?

What are the things they actually think about while they’re smiling?

Are they smiling because our jokes are that funny?

Or is it because the way we tell the jokes?

Or perhaps they’re actually smiling about something else in their mind?

Or is that smile on that face to cover the sorrow in the heart?

Senyum..

Beberapa waktu lalu gua iseng ikutan kuis di salah satu site tentang kepribadian githu. Karena terburu2 pengen segera tahu hasilnya, gua ngga baca2 lagi, main langsung klik aja supaya bisa langsung ngisi kuisnya.

Eehh.. gua salah ngeklik, ahahaha, yang gua klik itu bukan kuis yang gratisan tapii yang bayar, huehehe, dapat ampe sekian ratus full description of our personalities.

Dari sekian banyaknya pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda yang harus gua isi, ada satu pertanyaan yang masih nyantol di gua and masih terbayang2 yang membuat gua jadi wondering and akhirnya jadi pengen nulis postingan yang ini dhe, ahahaha :p

Jadi ceritanya kita disajikan dua gambar, keduanya hanya menampakkan muka seseorang dari wajah sampai dengan sekilas bibir. Keduanya orang yang sama dengan ekspresi yang sedikit berbeda.

Dari kedua gambar tersebut kita diminta untuk menentukan, mana dari antara kedua gambar itu yang menurut kita orangnya sedang berbahagia.

And pilihan gua jatuh pada gambar dengan bentuk bibir yang sedang mengukir sebuah senyuman.

Sesaat setelah gua milih gambar itu..

Ntah kenapa gua jadi kepikiran ama gambar yang satunya lagi.

Gambar dengan bibir yang mengatup.

Hmm..

It’s soo easy to assume someone lagi happy kalo ada senyuman yang tersungging di wajahnya.

Walau senyuman itu sendiri belon tentu menggambarkan isi hatinya khan?

Memang sih lebih mudah untuk tersenyum ketika hati sedang berbahagia.

Tapii.. ada juga khan orang yang susah bangets untuk tersenyum walau ngga lagi menderita?

And somehow..

Those pictures seakan membukakan mata gua akan sesuatu..

Ntah kenapaa..

Gua “terganggu” ama pandangan mata dari orang dalam gambar tersebut.

Mata dalam kedua gambar tersebut menyorotkan pandangan yang sama, pandangan yang ngga berbeda baik bibirnya sedang tersenyum ataupun ngga.

And gua jadi teringat akan suatu hal yang udah gua dengar sejak lama.

Tentang mata yang adalah jendela jiwa.

Yupp..

You can fake a smile.

But it’s harder to fake your eyes.

It’s all in your eyes.

Oftentimes we have to force ourselves to paint a smile on our faces while inside we’re crying.

Yess.. sometimes we can’t just be an open page all the time, there are times when we need to put masks on our faces, to hide our emotions and cover it up so well that no one will notice.

And there will always be some people who just don’t know how to scream out their needs of help.

Their eyes might have said it all but the smiles are automatically painted on their faces, no matter how they feel inside.

So I guess.. when we truly care for someone.. we must at least learn how to “read” between the lines, not to focus only on what our eyes see but also pay a little bit more attention on the unsaid words for oftentimes they speak louder than the spoken ones 🙂

But..

Don’t be emotionally attached on what you might hear for it will bring you down although you don’t intend to do so, and I still have to learn about this, cause lately I absorb those negative emotions easily, yaikss..

-Indah-

(copas dari blog di Blogdrive yang akhirnyaa.. diupdate juga :p)

Advertisements