Ahahaha.. you know whatt..

Kadang gua pikir selain nulis.. gua perlu ngebaca2 apa yang gua tulis, hihihi.. karena terkadaaangg.. within time.. the “message” dari apa yang dulu pernah gua tulis itu bisa jadi masih “berlaku” untuk situasi yang gua hadapi sekarang :p

Ada untungnya juga gua bikin backup blog buat Blogdrive, jadii.. sambil copas postingan2 lamaa ke blog baru di WordPress.. gua jadi baca2 lagee apa yang dulu pernah gua tulis and kadang pas baca jadi suka ber-oohh wooww.. dulu kayanya gua lebih “bijaksana” dibanding sekarang yang lebih sering nyungsep, wakakakakak :p

And here’s another old post I want to share with you 🙂

Dari blog gua di Blogdrive :

http://living-in-wonderland.blogdrive.com/comments?id=69

Original post ini tanggal 23 February 2009 and I guess this is another “message” untuk menguatkan gua di saat gua sedang lemah, hehehe..

You know khan.. the right message will come to the right person at the right time?

Soo.. maybe sekarang waktu buat gua untuk mendapatkan kembali pesan yang dulu pernah gua tulis untuk diri gua sendiri, ahahahaha 😀

~.*.~

Gua lagi mikir2, kayanya seringkali ketika gua marah ma seseorang, sebenarnya gua lagi marah ma diri gua sendiri.

Kenapa bisa githu?

I’m mad at myself because I didn’t see it coming!

I should’ve read all the signs!

That would save me much time and prevented me in caught up in the situation I got myself into this person!

Tapi terkadang ketika gua marah ma seseorang, itu karena gua lagi marah ama diri gua.

Gua marah karena udah ‘terjebak’ dalam situasi seperti ini, gua cannot do something to help that person.

Kemarahan yang gua tujukan ke orang itu sebenarnya gua arahkan ke diri gua, huehehe :p

Like right now..

I’m mad at someone.

Sebenarnya dia ngga melakukan apa2 ke gua sih.

Tapi gua sebel aja dia ngga melakukan sesuatu dari sejak benih permasalahannya masih belum mengeluarkan kuncup.

In a way gua ngerasa dia malah memberikan pupuk dan rajin menyirami benih itu sehingga tumbuh subur seperti sekarang.

I hate that.

Karena ini bukan ‘bencana’ yang masuk kategori bencana alam yang mana kita ga punya kendali atasnya.

Ini lebih ke masalah bencana yang sebenarnya bisa diminimalisir efeknya andai meluangkan waktu untuk membabat habis rumput2 liar yang baru tumbuh sebelum bertumbuh pesat menjadi seperti sekarang bagaikan belantara hutan dan kita terjebak di dalamnya.

And you know, ada yang bilang kalau malam2 itu khan jangan berada di dekat tanaman karena kita harus berbagi oksigen dengannya.

Naahh..

Ini jadinya kekurangan oksigen dhe di tengah lebatnya rumput2 liar yang tumbuh ngga terkendali.

Buat napas normal sekalipun udah susah.

Apalagi kalau lagi terhimpit masalah khan kita butuh untuk menarik napas panjaaaang.

Waaaahhh..

Susah dhee buat napas dengan lega, huhuhu..

Yes, I’m mad at you and I even said to someone who knew you that I didn’t feel sorry for you.

But why do I feel the guilt?

Not the guilt because I didn’t feel sorry for you.

But it’s more because I couldn’t do anything to help you.

I’m sorry..

I wish I had been in a better situation right now so that gua bisa help you bernapas lebih legaan sekarang ini.

Not solving your problem ‘coz I know your problems are lot deeper than this.

And I’m not a capable person to help you cut the roots.

Tuhan.. Tuhan..

Berapa lama lagi ujian itu harus berlangsung?

Belum cukupkah dia mendapatkan pelajaran dari ujian itu?

Gua jadi keinget ma lagu berikut :

Di saat badai bergelora
Ku akan terbang bersamaMu
Bapa, Kau raja atas semesta
Ku tenang s’bab Kau Allah-ku

And gua baru nyadar ‘boo..

Sabtu, 21 Februari 2009 kemarin ini pada lagi gonta ganti channel mau nyari siarannya Pdt. Gilbert Lumoindong di Trans 7, I was hooked ama khotbah yang ditayangkan di CTV Banten.

From the very first time I heard his preach, I was so hooked with every word he said.

Pendeta ini menceritakan tentang lukisan yang diterimanya 53 tahun yang lalu dari seorang temannya.

Lukisan yang selama 53 tahun menemaninya melalui berbagai macam badai kehidupan.

Sebuah lukisan yang menggambarkan seorang pemudi yang sedang memegang kemudi kapal yang dibawanya menerjang badai.

Di belakang pemuda itu, berdirilah Tuhan Yesus.

Sebelah tanganNya menunjukkan arah ke depan dan pandangan pemuda itu tertuju pada arah yang ditunjukkan Tuhan Yesus.

Dan sebelah tangan Tuhan yang lainnya, memegang bahu pemuda itu.

In terms of troubles.

Di saat badai menghantam kehidupan kita.

Seringkali kita lupa bahwa Tuhan ngga pernah meninggalkan kita.

Dia selalu ada bersama dengan kita.

Menjaga kita dan memastikan kita tetap berjalan menuju arah yang benar.

Namun seringkali kita merasa ditinggalkan.

Seringkali kita mengeraskan hati sehingga ngga bisa merasakan tangan Tuhan yang memegang bahu kita, tanda bahwa Ia akan selalu menyertai kita menghadapi setiap badai dalam kehidupan kita.

Seringkali kita merasa kehilangan kasihNya ketika harus mengalami cobaan demi cobaan.

Karena kalau Tuhan sungguh mengasihi kita, bagaimana mungkin Dia membiarkan semuanya ini terjadi dalam hidup kita?

Bagaimana mungkin Tuhan merenggut semua kebahagiaan kita?

Kenapa hidup kok akrab bener dengan yang namanya penderitaan?

Tapi terkadang kalau mau jujur..

Seringkali kita tahu arah mana yang harus kita tempuh tapi berhubung ngga sesuai ama yang kita mau maka kita memilih untuk ngga melewatinya.

Kalau mau jujur..

Lebih sering berkeluh kesah ma Tuhan kala menghadapi cobaan tapi pas sedang diberikan banyak berkat, sering bener lupa untuk mengucapkan syukur.

Kalau mau jujur lagii..

Kalau mau ‘hitung2an’ ma Tuhan, pasti dhee malu ati sendiri karena Tuhan telah sedemikian baiknya dalam hidup kita.

Betapapun seringnya kita menjauh darinya, Dia tetap baik sama kita.

Balik ke soal pendeta tadi.

At the end of the program, gua nunggu2 credit title-nya, pengen tau siapa seeh nama nih pendeta.

Ternyata ‘boo..

Dia adalah..

Charles Stanley!

Oh myy..

Di tahun 2007 di kala gua masih intens dengerin siaran radio Heartline FM, siaran dr. Charles Stanley versi terjemahan itu adalah acara yang paling gua nanti2kan.

Karena ucapannya itu straight to the point, lugas and ‘ngena’ di hati gua.

Tapi di tahun 2008, gua udah males mendengarkan Heartline, hehehe..

Soo..

Gua ngerasa bukan kebetulan kemarin ini gua ‘nemu’ siaran itu.

And tadi pagi gua keinget ma lagu di atas.

And siang menjelang sore tadi gua baru tau soal badai yang lagi menggelora dalam kehidupan orang yang gua ceritain di atas yang bikin gua marah ama dia (tapi lebih ke marah ma diri gua :p).

Tuhan.. Tuhan..

Itu yang Tuhan mau kami pegang selama badai ini masih berlangsung khan?

Untuk tetap percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kami sendirian menghadapi badai ini?

Dan seperti lagunya Chrisye, badai yang satu ini pasti akan berlalu juga khan, Tuhan?

I love seeing the sky.

When I was in my lowest moment of my life back in 2006 and 2007, ketika gua menatap langit, gua menemukan sebuah harapan masih menggantung di sana.

Bahwa everything would be alright, this was just a phase I had to go through in my life.

I love seeing the sky because in the same sky, people can see different things.

Itu menjadi semacam pengingat buat gua bahwa hidup juga seperti itu.

Pahit ataupun manis, terkadang tergantung bagaimana kita melihatnya.

Terkadang mungkin kita harus mengecap yang pahit dulu untuk bisa lebih mensyukuri rasa manis.

Terkadang gua pikir hidup itu seperti menelan obat.

Rasa obat itu mungkin pahit tapi mau ngga mau kita harus menelannya kalau emang ingin sembuh.

Kemarin ini pas lagi ngobrol ama temen gua, dia bilang gini ke gua :

Kayanya ya, Dah, no matter how hard life feels for us now, couple of years from now, when we look back at today.. We’re getting better, don’t you think?

Yupp.. Indeed, gua setuju ama dia.

Khan ada yang bilang tuh kita belajar paling banyak di saat kita sedang mengalami kesusahan.

Tentu saja ketika sedang mengalaminya, kita ngga merasakan senangnya harus merasakan itu, tapi ketika udah berhasil melaluinya, wuiihh..

Kebahagiaannya jadi dobel dhe aww, ahahaha..

Tapi tetap seeh gua ngga mau welcoming problems in my life, huehehe..

Sekarang ini udah cukup banyak yang perlu dicari penyelesaiannya, I don’t need new ones.

So, problems, monggo2 mampir dulu ke kehidupan orang lain yaa, gua sih otree2 it’s dhe biar kata gilirannya dilewatin dikau, ahahaha :p

Di saat badai bergelora
Ku akan terbang bersamaMu
Bapa, Kau raja atas semesta
Ku tenang sebab Kau Allah-ku

-Indah-

~.*.~

Have a happy lifee ^o^

-Indah-

(aahh aahh.. jadi nulis nama sendiri ampe dua kalee :p)

Advertisements